Mobil Listrik Diproyeksi Dominan di China, Hybrid Berpotensi Ditinggalkan
Proyeksi BEV Jadi Tulang Punggung Industri Otomotif
Kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) diproyeksikan menjadi teknologi utama industri otomotif di China dalam beberapa dekade mendatang. Proyeksi ini disampaikan oleh Ouyang Minggao dalam forum kendaraan listrik cerdas di Beijing pada April 2026.
Menurutnya, keunggulan utama kendaraan listrik terletak pada efisiensi energi. BEV disebut dua kali lebih efisien dibandingkan kendaraan berbasis hidrogen, serta hingga empat kali lebih efisien dibandingkan mesin pembakaran internal berbahan bakar sintetis.
Baca Juga “Denza N8L Isi Daya Penuh Cuma 9 Menit, Siap Dijual Rp 900 Jutaan“
Keunggulan ini dinilai akan mendorong pergeseran besar dalam industri otomotif, termasuk menurunnya peran kendaraan hybrid plug-in dan model listrik jarak jauh di masa depan.
Proyeksi Pangsa Pasar Hingga 2040
Dalam paparannya, Ouyang Minggao mengungkapkan proyeksi pertumbuhan kendaraan energi baru di China yang menunjukkan tren dominasi BEV.
Pada 2030, pangsa pasar kendaraan energi baru diperkirakan melampaui 70 persen, dengan komposisi BEV dan plug-in hybrid sekitar 7:3. Pada 2035, pangsa pasar meningkat menjadi lebih dari 80 persen dengan rasio 8:2.
Memasuki 2040, pangsa pasar tetap di atas 80 persen, dengan dominasi BEV mencapai rasio 9:1. Kondisi ini diperkirakan akan mengakhiri perdebatan mengenai arah teknologi otomotif global.
Transformasi ini juga menandai pergeseran posisi China dari sekadar pasar otomotif besar menjadi kekuatan utama dalam inovasi teknologi kendaraan listrik.
Peringatan terhadap Baterai Solid-State
Meski industri tengah mengembangkan baterai solid-state sebagai teknologi masa depan, para ahli mengingatkan agar adopsinya tidak dilakukan secara terburu-buru.
Ouyang Minggao menilai teknologi ini masih menghadapi tantangan, terutama terkait stabilitas kimia dan mekanis pada material baterai.
Baterai solid-state dengan kepadatan energi sekitar 300 Wh/kg diperkirakan baru siap secara komersial pada akhir 2030-an. Meski demikian, China telah mencatat kemajuan signifikan dalam riset dan pengembangan, termasuk kontribusi besar terhadap paten global.
Evolusi Keamanan dan Standar Baterai
Dalam aspek keselamatan, industri baterai kendaraan listrik di China telah mengalami sejumlah perkembangan penting. Pada 2014, pemerintah menghentikan penggunaan baterai ternary pada bus listrik karena pertimbangan keamanan.
Perubahan signifikan terjadi pada 2020 dengan peluncuran baterai blade lithium iron phosphate oleh BYD. Inovasi ini meningkatkan kepercayaan pasar terhadap keamanan kendaraan listrik.
Ke depan, standar baru akan diterapkan dengan mewajibkan baterai memiliki ketahanan terhadap risiko kebakaran dan ledakan. Namun, sistem evaluasi keamanan yang lebih komprehensif masih diperlukan untuk menyamai standar global.
Transformasi Model Bisnis Industri Otomotif
Perkembangan kendaraan listrik juga mendorong perubahan besar dalam model bisnis industri otomotif China. Produsen kini mengadopsi integrasi vertikal yang menggabungkan elektrifikasi dengan teknologi digital.
Selain itu, strategi dual-track masih digunakan, yaitu mengembangkan kendaraan konvensional dan listrik secara bersamaan. Namun, arah jangka panjang tetap mengarah pada dominasi kendaraan listrik.
Perusahaan otomotif juga mulai bertransformasi menjadi penyedia ekosistem berbasis pengguna, termasuk layanan digital dan konektivitas. Integrasi horizontal dalam rantai nilai turut memperkuat efisiensi industri.
Pertumbuhan Kendaraan Komersial dan Energi Hijau
Pertumbuhan kendaraan energi baru tidak hanya terjadi pada kendaraan penumpang, tetapi juga sektor komersial. Pangsa kendaraan energi baru diproyeksikan mencapai 50 persen pada 2030, 60 persen pada 2035, dan 70 persen pada 2040.
Secara keseluruhan, populasi kendaraan energi baru di China diperkirakan mencapai 380 juta unit pada 2040. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penggunaan energi hijau.
Konsumsi listrik dari sumber energi bersih diproyeksikan melampaui 50 persen pada 2030 dan meningkat hingga 65–70 persen pada 2035. Hal ini memperkuat posisi kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi berkelanjutan.
Penutup: Arah Baru Industri Otomotif Global
Dominasi kendaraan listrik di China menunjukkan arah baru industri otomotif global. Dengan efisiensi tinggi dan dukungan ekosistem industri, BEV diprediksi menjadi standar utama dalam mobilitas masa depan.
Meski demikian, keberhasilan transisi ini tetap bergantung pada kesiapan teknologi pendukung, termasuk baterai generasi baru dan infrastruktur energi hijau.
Jika tantangan tersebut dapat diatasi, China berpotensi menjadi pemimpin global dalam revolusi kendaraan listrik, sekaligus mempercepat peralihan menuju sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Baca Juga “Beda biaya penggunaan mobil listrik dan konvensional menurut KOLEKSI“