Mercedes-AMG Siapkan EV Sport untuk Pecinta Performa

Mercedes-AMG Kembangkan GT EV yang Tetap Punya Karakter Mobil Sport Bensin
Mobil Listrik AMG Ini Dibuat untuk Pengemudi yang Belum Menyukai EV Konvensional

Mercedes-AMG tengah menyiapkan mobil listrik performa tinggi terbaru melalui proyek GT EV empat pintu. Model ini tidak hanya dirancang untuk menghadirkan tenaga besar, tetapi juga mempertahankan sensasi berkendara khas mobil sport bermesin bensin yang selama ini menjadi identitas AMG.

Langkah tersebut dilakukan karena banyak penggemar mobil performa dinilai masih sulit menerima karakter mobil listrik yang terlalu senyap dan terasa berbeda dari mobil konvensional. Karena itu, AMG mencoba menghadirkan pengalaman emosional yang tetap familiar bagi pecinta kendaraan sport.

Baca Juga “BMW Cetak Rekor Baru, 2 Juta Mobil Listrik Sudah Diproduksi

Dalam video pengembangan yang dirilis AMG, mobil listrik terbaru itu terlihat menjalani serangkaian pengujian di lintasan. Beberapa adegan memperlihatkan mobil melakukan aksi drift agresif dengan asap ban tebal, sesuatu yang selama ini identik dengan mobil performa AMG.

Pabrikan asal Jerman itu tampaknya ingin memastikan mobil listrik mereka tetap mampu memberikan sensasi berkendara liar dan menyenangkan, bukan sekadar cepat dalam akselerasi lurus.

Platform Khusus AMG.EA Jadi Basis Mobil Listrik Baru

GT EV empat pintu tersebut dibangun menggunakan platform AMG.EA, arsitektur khusus yang dikembangkan eksklusif untuk mobil listrik performa tinggi AMG. Platform ini tidak digunakan pada model Mercedes-Benz reguler.

AMG.EA menggunakan sistem kelistrikan 800 volt yang dirancang untuk mendukung performa tinggi sekaligus efisiensi pengisian daya lebih cepat. Teknologi tersebut kini mulai menjadi standar baru pada mobil listrik premium dan sport modern.

Mobil ini mengandalkan tiga motor listrik sebagai sumber tenaga utama. Dua motor ditempatkan di bagian belakang dan masing-masing menggerakkan roda belakang secara independen. Sementara satu motor tambahan berada di gandar depan.

Konfigurasi tersebut memungkinkan distribusi tenaga lebih presisi dan responsif. Sistem ini juga menjadi salah satu faktor utama yang membuat GT EV mampu menghasilkan karakter handling agresif.

Sistem Torque Vectoring Bikin Mobil Bisa Drift

Salah satu teknologi yang paling menonjol pada mobil ini adalah torque vectoring canggih di roda belakang. Sistem tersebut memungkinkan tenaga dialirkan secara berbeda ke masing-masing roda untuk menciptakan kontrol lebih dinamis saat bermanuver.

Dengan pengaturan tersebut, pengemudi dapat melakukan drifting lebih mudah dan stabil dibanding sistem penggerak konvensional. AMG menyebut karakter pengendalian mobil bisa berubah dari sangat stabil menjadi agresif sesuai kebutuhan pengemudi.

Tenaga yang dihasilkan juga sangat besar. GT EV dikabarkan mampu menghasilkan lebih dari 1.000 tenaga kuda atau horsepower.

Pembalap Formula 1 George Russell bahkan menyebut mobil ini sudah mampu melakukan sliding ekstrem hanya dengan sekitar 40 persen tekanan pedal akselerator.

Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa AMG tidak hanya fokus pada akselerasi instan khas mobil listrik, tetapi juga pengalaman berkendara yang lebih emosional dan interaktif.

Pengemudi Bisa Atur Karakter Mobil Sesuai Gaya Berkendara

AMG memberikan fleksibilitas tinggi dalam pengaturan karakter kendaraan. Pengemudi dapat menyesuaikan respons motor listrik, karakter sasis, hingga tingkat intervensi traction control melalui tiga kenop khusus di konsol tengah.

Pengaturan tersebut memungkinkan mobil berubah dari kendaraan harian yang stabil menjadi mobil drift dengan karakter liar dalam waktu singkat.

Meski dirancang agresif, AMG memastikan sasis GT EV tetap memiliki kestabilan tinggi saat digunakan dalam kecepatan tinggi. Mobil diklaim mampu memberikan sensasi “menempel ke aspal” ketika mode berkendara difokuskan pada performa lintasan.

Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi AMG untuk menjembatani transisi dari mobil sport bermesin pembakaran internal menuju era elektrifikasi.

Simulasi Mesin V8 Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah hadirnya simulasi mesin V8 pada mobil listrik ini. AMG membekali GT EV dengan suara buatan serta simulasi perpindahan gigi virtual agar pengalaman berkendara terasa lebih mirip mobil bensin performa tinggi.

Fitur tersebut dirancang khusus untuk penggemar AMG yang masih merindukan karakter suara dan sensasi mekanis khas mesin V8 konvensional.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen mobil sport memang mulai menghadirkan simulasi suara mesin pada EV untuk mempertahankan unsur emosional saat berkendara.

Namun AMG tampaknya mencoba membawa konsep tersebut lebih jauh dengan menggabungkan suara, respons tenaga, dan simulasi perpindahan gigi dalam satu sistem terintegrasi.

AMG Ingin Ubah Cara Pandang Penggemar terhadap Mobil Listrik

Pengembangan GT EV menunjukkan bahwa AMG tidak ingin mobil listrik hanya dikenal sebagai kendaraan cepat dan senyap. Perusahaan ingin membuktikan bahwa EV juga bisa menghadirkan karakter liar, emosional, dan menyenangkan seperti mobil sport klasik.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya AMG menarik perhatian konsumen yang selama ini belum tertarik beralih ke kendaraan listrik.

Dengan kombinasi tenaga besar, teknologi drift modern, dan simulasi mesin V8, GT EV diperkirakan akan menjadi salah satu mobil listrik performa paling unik yang hadir dalam beberapa tahun mendatang.

Meski belum diumumkan secara resmi untuk pasar global, proyek ini menunjukkan arah baru industri mobil sport premium yang mulai menggabungkan elektrifikasi dengan pengalaman berkendara emosional khas mobil performa tradisional.

Baca Juga “MG Indonesia Siap Tambah Amunisi, Mobil Listrik dan Hybrid Baru Segera Meluncur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *