MBI dan IMI Kampanyekan Keselamatan Berkendara melalui Auto Sobriety
PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MBI) berkolaborasi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk mendorong kebiasaan aman dalam berkendara melalui program Auto Sobriety.
Program tersebut mengajak masyarakat memisahkan aktivitas mengonsumsi minuman beralkohol dan mengemudi. Pesan utamanya sederhana, yaitu seseorang tidak seharusnya mengemudi setelah mengonsumsi alkohol.
MBI dan IMI menggunakan pendekatan edukasi serta keterlibatan komunitas untuk mendorong perubahan perilaku. Program ini juga menekankan bahwa keputusan berkendara setelah mengonsumsi alkohol dapat berdampak pada pengguna jalan lain.
Auto Sobriety Mengadopsi Konsep Airplane Mode
Anggota Komisi Sadar Aturan dan Keselamatan Berlalu Lintas (SADAR) IMI, Erreza Hardian, menjelaskan konsep Auto Sobriety menggunakan analogi fitur Airplane Mode pada telepon genggam.
Baca Juga “Suzuki Jual Kei Car ke Luar Jepang, Negara Ini Jadi Tujuan“
Saat seseorang berada di dalam pesawat, ia mengaktifkan Airplane Mode untuk menyesuaikan penggunaan perangkat dengan kondisi penerbangan. Konsep serupa diterapkan Auto Sobriety melalui kebiasaan untuk tidak mengemudi setelah mengonsumsi alkohol.
“Kami mendorong kebiasaan untuk memisahkan konsumsi minuman beralkohol dan berkendara. Artinya, ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol, ia seharusnya tidak mengemudi,” kata Erreza dalam keterangan resmi, Selasa.
Pendekatan tersebut bertujuan membuat keputusan keselamatan menjadi kebiasaan otomatis. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan yang konsisten sebelum berada di balik kemudi.
Keselamatan Pengemudi dan Pengguna Jalan Menjadi Fokus
Program Auto Sobriety tidak hanya menyoroti keselamatan individu. Keputusan seseorang untuk mengemudi setelah mengonsumsi alkohol juga dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan lainnya.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat sekitar 1,19 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol menjadi salah satu faktor risiko yang dapat berkontribusi terhadap kecelakaan.
Karena itu, edukasi mengenai pemisahan konsumsi alkohol dan aktivitas mengemudi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Pesan tersebut juga menempatkan tanggung jawab pengemudi sebagai bagian dari keselamatan bersama. Pilihan untuk tidak mengemudi setelah minum dapat membantu mengurangi risiko yang muncul di jalan.
Edukasi Auto Sobriety Dimulai dari Talkshow
MBI dan IMI memulai program edukasi Auto Sobriety melalui talkshow pada 29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal kampanye untuk memperkenalkan pesan keselamatan kepada masyarakat.
Program berikutnya akan menyasar tiga kota di Indonesia Timur. IMI menetapkan wilayah tersebut sebagai area prioritas dalam agenda keselamatan berkendara.
Pendekatan berbasis edukasi diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai risiko berkendara setelah mengonsumsi alkohol. Keterlibatan komunitas juga menjadi bagian dari strategi untuk menjangkau lebih banyak pengguna jalan.
MBI dan IMI Siapkan Pembagian 500 Helm
Selain mengampanyekan Auto Sobriety, MBI dan IMI menyiapkan kegiatan keselamatan berkendara lainnya. Kedua pihak akan membagikan 500 helm kepada masyarakat di Jakarta dan Bandung.
Pembagian helm tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlengkapan keselamatan saat berkendara. Helm menjadi salah satu perlengkapan utama bagi pengendara sepeda motor untuk mengurangi risiko cedera ketika terjadi kecelakaan.
Kegiatan tersebut melengkapi pendekatan edukasi yang dilakukan melalui Auto Sobriety. Kampanye keselamatan tidak hanya berfokus pada satu perilaku, tetapi juga mendorong kebiasaan berkendara yang lebih bertanggung jawab.
MBI Dorong Perubahan Perilaku melalui Kebiasaan Sederhana
Presiden Direktur MBI, Roland Bala, mengatakan perubahan perilaku dapat dimulai dari keputusan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol, ia tidak mengemudi,” ujar Roland.
Pesan tersebut menjadi inti dari Auto Sobriety. Masyarakat diharapkan dapat menjadikan keputusan untuk tidak mengemudi setelah minum sebagai kebiasaan yang dilakukan tanpa pengecualian.
Konsistensi menjadi faktor penting dalam membangun perilaku keselamatan. Keputusan yang sederhana dapat memberikan dampak lebih besar ketika diterapkan secara terus-menerus oleh banyak pengguna jalan.
Auto Sobriety Dukung Kampanye Global Keselamatan Berkendara
Kolaborasi MBI dan IMI juga menjadi bagian dari dukungan MBI terhadap kampanye global Heineken, “When You Drive, Never Drink”.
Kampanye tersebut mengajak masyarakat memisahkan aktivitas mengonsumsi alkohol dan mengemudi. Pesan ini sejalan dengan prinsip Auto Sobriety yang mendorong pengemudi membuat keputusan keselamatan sebelum berkendara.
Ke depan, perluasan edukasi ke sejumlah wilayah prioritas menjadi langkah berikutnya bagi program tersebut. Konsistensi kampanye dan keterlibatan komunitas dapat membantu memperkuat pesan keselamatan di tengah masyarakat.
Auto Sobriety pada akhirnya membawa pesan yang mudah dipahami. Setelah mengonsumsi alkohol, seseorang perlu memilih alternatif transportasi dan tidak mengemudi sendiri.
Langkah tersebut bukan hanya untuk melindungi pengemudi, tetapi juga menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.
Baca Juga “Tips aman merawat kendaraan saat cuaca panas“