Kontroversi Luxeed RX, SUV Listrik Huawei-Chery yang Disebut Mirip Ferrari
Kemunculan Luxeed RX menjadi perhatian industri otomotif China. SUV listrik hasil kolaborasi Huawei dan Chery ini tidak hanya menarik perhatian karena teknologi yang dibawanya, tetapi juga karena desainnya yang dianggap memiliki kemiripan dengan Ferrari Purosangue.
Luxeed RX pertama kali muncul dalam dokumen pendaftaran Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Model ini menjadi bagian terbaru dari Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), sebuah ekosistem kendaraan pintar yang dikembangkan Huawei bersama sejumlah produsen otomotif China.
baca juga”Cara Memilih Filter Udara yang Tepat untuk Kendaraan“
Spesifikasi dan Teknologi Canggih yang Dibawa Luxeed RX
Sebagai SUV listrik premium, Luxeed RX hadir dengan berbagai teknologi modern. Mobil ini dilengkapi empat sensor LiDAR yang mendukung sistem bantuan pengemudi canggih. Selain itu, kendaraan ini menggunakan teknologi die-casting serta sistem pengendalian termal elektromagnetik untuk meningkatkan efisiensi dan performa kendaraan.
Dari sisi ukuran, Luxeed RX memiliki panjang 5.020 mm, lebar 2.007 mm, tinggi 1.585 mm, dan jarak sumbu roda 3.000 mm. Dimensi tersebut menempatkannya dalam kategori SUV besar dengan ruang kabin yang luas.
Untuk sektor tenaga, Luxeed RX menawarkan dua pilihan sistem penggerak. Varian motor tunggal menghasilkan tenaga 277 kW atau sekitar 372 hp. Sementara itu, versi motor ganda menggabungkan motor listrik 160 kW dan 277 kW sehingga menghasilkan performa yang lebih tinggi.
Desain Sporty Luxeed RX dan Perdebatan soal Kaitan dengan Ferrari
Luxeed RX mengusung konsep Fashion Utility Vehicle (FUV) dengan tampilan sporty dan aerodinamis. Desainnya menampilkan gril depan tertutup, lampu berbentuk huruf L, serta saluran udara tiga bagian pada bagian bumper depan.
Siluet bodi yang rendah dan desain diffuser belakang yang agresif membuat banyak pengamat membandingkan tampilannya dengan Ferrari Purosangue. Perbandingan tersebut semakin ramai setelah pihak Luxeed mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki sosok desainer dengan latar belakang dari Ferrari.
Zhao Changjiang, Executive Director dan Executive Vice President Luxeed, menyatakan bahwa tim perusahaan diperkuat mantan kepala desainer Ferrari. Ia juga menyebut pengembangan sasis Luxeed melibatkan tenaga ahli yang memiliki pengalaman bekerja di BMW dan Aston Martin.
Ferrari Pertanyakan Klaim Mantan Kepala Desainer
Pernyataan tersebut memunculkan respons dari pihak Ferrari. Ingrid Sun selaku Direktur Hubungan Masyarakat Ferrari Greater China mempertanyakan identitas mantan kepala desainer Ferrari yang dimaksud dalam klaim tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, Ingrid menuliskan pertanyaan mengenai siapa sosok yang disebut sebagai mantan kepala desainer Ferrari. Keraguan serupa juga datang dari warganet yang menilai posisi kepala desainer Ferrari diketahui tidak mengalami perubahan selama lebih dari satu dekade terakhir.
Namun, laporan pada 11 Juni 2026 menyebutkan bahwa unggahan yang berisi pertanyaan tersebut sudah tidak lagi terlihat di akun media sosial Ingrid Sun.
Peluncuran Luxeed RX Tetap Berjalan di Tengah Polemik
Terlepas dari kontroversi mengenai desain dan klaim sumber daya manusia di balik pengembangannya, Huawei dan Chery tetap melanjutkan persiapan peluncuran Luxeed RX di pasar China.
Kehadiran Luxeed RX menunjukkan semakin ketatnya persaingan kendaraan listrik premium di China. Selain mengandalkan performa dan teknologi pintar, produsen juga harus menjaga kredibilitas klaim desain serta rekam jejak tim pengembang agar mendapat kepercayaan konsumen global.
baca juga”Bos Toyota Ungkap Ketakutan Bila Mobil Listrik Kuasai Dunia“