Australia Wajibkan Lane Keep Assist di Semua Mobil Baru Mulai 2029 untuk Tingkatkan Keselamatan
Australia akan mewajibkan seluruh mobil penumpang dan kendaraan niaga ringan baru yang dijual di negaranya dilengkapi teknologi Lane Keep Assist (LKA) mulai 1 Maret 2029. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat standar keselamatan kendaraan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Aturan tersebut juga mewajibkan sistem Autonomous Emergency Braking (AEB) yang mampu mendeteksi pesepeda dan mengerem secara otomatis ketika berpotensi terjadi tabrakan. Sebelumnya, kewajiban AEB hanya mencakup kemampuan mendeteksi kendaraan lain dan pejalan kaki.
Model Baru Harus Memenuhi Aturan Lebih Awal
Berdasarkan kebijakan Pemerintah Federal Australia, seluruh model kendaraan yang pertama kali diperkenalkan ke pasar wajib memenuhi standar baru mulai 1 Maret 2028. Setelah itu, sejak 1 Maret 2029, seluruh mobil baru yang diimpor ke Australia harus mematuhi ketentuan tersebut, tanpa melihat kapan modelnya diluncurkan.
Kendaraan yang sudah diimpor sebelum tanggal tersebut tetap dapat dipasarkan setelah aturan dibekali fitur Lane Keep Assist dan AEB dengan deteksi pesepeda. Kedua teknologi ini menjadi salah satu syarat untuk memperoleh peringkat keselamatan berlaku. Sementara itu, mobil bekas yang telah beroperasi di jalan tidak terdampak oleh regulasi baru.
Baca Juga “Tertangkap Kamera, Prototipe Dodge Charger Varian Ganas Mulai Diuji“
Lane Keep Assist dan AEB Sudah Banyak Digunakan
Sebagian besar mobil baru yang populer di Australia sebenarnya telah dibekali fitur Lane Keep Assist dan AEB dengan deteksi pesepeda. Kedua teknologi ini menjadi salah satu syarat untuk memperoleh peringkat keselamatan bintang lima dari Australasian New Car Assessment Program (ANCAP).
Meski demikian, masih terdapat beberapa model lama yang dipasarkan tanpa kedua fitur tersebut. penilaian keselamatannya. Kini, pengujian tidak hanya menilai keberadaan fitur, tetapi juga mengevaluasi seberapa halus dan tepat sistem melakukan intervensi saat kendaraan mulai keluar jalur, baik dalam lintasi keselamatan yang sebelumnya telah diterapkan Australia. Saat ini, AEB dengan kemampuan mendeteksi kendaraan telah diwajibkan untuk mobil penumpang, SUV, pikap, van, hingga truk ringan. Aturan mengenai AEB yang mampu mengenali pejalan kaki juga mulai diber Ada pula kendaraan yang sudah memiliki sistem keselamatan, tetapi belum memenuhi parameter pengujian resmi yang ditetapkan pemerintah.
ANCAP Perbarui Standar Pengujian Sistem Lane Keeping
ANCAP bersama Euro NCAP sebelumnya mendapat kritik terkait penerapan teknologi lane keeping. Sejumlah pihak menilai beberapa sistem bekerja terlalu agresif sehingga justru mengganggu kenyamanan pengemudi.
Menanggapi hal tersebut, ANCAP memperbarui metode penilaian keselamatannya. Kini, pengujian tidak hanya menilai keberadaan fitur, tetapi juga mengevaluasi seberapa halus dan tepat sistem melakukan intervensi saat kendaraan mulai keluar jalur, baik dalam lintasan uji maupun kondisi berkendara nyata.
Sejumlah Kendaraan Mendapat Pengecualian
Regulasi baru tidak berlaku untuk seluruh jenis kendaraan. Pikap dan van dengan Gross Vehicle Mass (GVM) sebesar 3,5 ton atau lebih memperoleh pengecualian dari kewajiban menggunakan Lane Keep Assist dan AEB dengan deteksi pesepeda.
Model seperti Toyota LandCruiser 70 Series dan Ram 1500 hanya diwajibkan memiliki AEB yang mampu mendeteksi kendaraan lain. Mulai 2028, kendaraan dalam kategori ini juga harus dilengkapi Lane Departure Warning, yaitu sistem yang memberikan peringatan saat kendaraan keluar jalur tanpa secara otomatis mengoreksi arah kemudi.
Bagian dari Peningkatan Standar Keselamatan Nasional
Kebijakan terbaru melengkapi serangkaian regulasi keselamatan yang sebelumnya telah diterapkan Australia. Saat ini, AEB dengan kemampuan mendeteksi kendaraan telah diwajibkan untuk mobil penumpang, SUV, pikap, van, hingga truk ringan. Aturan mengenai AEB yang mampu mengenali pejalan kaki juga mulai diberlakukan.
Pemerintah Australia pertama kali mengusulkan kewajiban penggunaan Lane Keep Assist pada 2021. Saat itu,, penerapannya ditunda setelah konsultasi publik mengungkap kekhawatiran mengenai kemampuan sistem mengenali marka jalan diajukan, penerapan Lane Keep Assist diperkirakan dapat mengurangi kecelakaan fatal kendaraan ringan mobil modern telah memiliki Lane Keep Assist dan AEB, pemerintah menegaskan bahwa keberadaan fitur saja tidak cukup. Sistem yangX, Eclipse Cross, Pajero Sport, dan Mazda6, tidak lagi dipasarkan di Australia pada 2025 karena sistem AEB yang digunakan tidak memenuhi standar oper implementasi direncanakan dimulai pada 2024 untuk model baru dan 2026 untuk seluruh kendaraan baru.
Namun, penerapannya ditunda setelah konsultasi publik mengungkap kekhawatiran mengenai kemampuan sistem mengenali marka jalan khas Australia. Pemerintah kemudian bekerja sama dengan United Nations World Forum for Harmonization of Vehicle Regulations agar karakteristik marka jalan di Australia dimasukkan ke dalam standar internasional.
Regulasi Baru Diperkirakan Mampu Menekan Angka Kecelakaan
Berdasarkan kajian pemerintah saat usulan pertama kali diajukan, penerapan Lane Keep Assist diperkirakan dapat mengurangi kecelakaan fatal kendaraan ringan hingga 11,9 persen dalam periode 35 tahun.
Kebijakan tersebut juga diproyeksikan mampu menyelamatkan sekitar 6.989 jiwa, mencegah 23.648 cedera serius, serta mengurangi sekitar 7.385 kasus cedera ringan.
Meski banyak mobil modern telah memiliki Lane Keep Assist dan AEB, pemerintah menegaskan bahwa keberadaan fitur saja tidak cukup. Sistem yang digunakan tetap harus memenuhi parameter teknis yang ditetapkan dalam regulasi.
Persyaratan serupa sebelumnya menyebabkan beberapa model, seperti Mitsubishi ASX, Eclipse Cross, Pajero Sport, dan Mazda6, tidak lagi dipasarkan di Australia pada 2025 karena sistem AEB yang digunakan tidak memenuhi standar operasional terbaru.
Ke depan, regulasi ini diperkirakan akan mendorong produsen otomotif menghadirkan sistem bantuan pengemudi yang lebih canggih, akurat, dan sesuai standar keselamatan internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi pengemudi, penumpang, pesepeda, maupun pengguna jalan lainnya.
Baca Juga “Xpeng tarik 33.473 unit X9 akibat gangguan suspensi udara“