Jetour Catat Torehan SPK di GIIAS 2026

Jetour Catat 1.038 SPK di GIIAS 2026

Jetour mencatat hasil positif selama keikutsertaannya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Jenama otomotif asal China tersebut mengumpulkan 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama 11 hari penyelenggaraan pameran.

GIIAS 2026 berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten. Berdasarkan informasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pameran tahun ini berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 dan diikuti lebih dari 65 merek dari berbagai sektor otomotif.

Baca Juga “Suzuki Carry dijadikan mobil patroli kepolisian di Filipina

Bagi Jetour, capaian tersebut menjadi indikator awal terhadap penerimaan konsumen Indonesia terhadap jajaran SUV yang ditawarkan. Dua model dengan teknologi i-DM, yakni Jetour T2 i-DM dan Jetour T1 i-DM, menjadi kontributor terbesar terhadap perolehan SPK.

Jetour T2 i-DM dan T1 i-DM Kuasai 72 Persen SPK

Dari total 1.038 SPK yang dihimpun Jetour, T2 i-DM dan T1 i-DM secara gabungan menyumbang 72 persen. Jika dikonversikan berdasarkan total tersebut, kontribusinya setara dengan sekitar 747 unit pemesanan.

Angka itu menunjukkan kedua SUV elektrifikasi tersebut menjadi produk yang paling banyak diminati konsumen Jetour selama pameran. Kontribusinya juga memperlihatkan besarnya peran model berteknologi i-DM dalam strategi produk Jetour di Indonesia.

Sales & Network Director PT Jetour Sales Indonesia Michael Budihardja menyebut capaian tersebut sebagai hasil yang positif bagi perusahaan. Menurutnya, tingginya kontribusi kedua model menunjukkan respons konsumen terhadap produk yang ditampilkan Jetour.

“Angka ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap kedua model tersebut.”

Pernyataan tersebut disampaikan Michael dalam keterangan resmi Jetour pada Kamis, 13 Agustus 2026. Perusahaan menilai respons tersebut sekaligus mencerminkan penerimaan positif terhadap jajaran produk yang dibawa ke GIIAS tahun ini.

Teknologi i-DM Menjadi Bagian Penting Strategi Jetour

Jetour menjadikan teknologi i-DM sebagai salah satu fokus dalam komunikasi produknya selama GIIAS 2026. Teknologi tersebut digunakan pada model yang menggabungkan karakter SUV dengan sistem penggerak elektrifikasi.

Bagi konsumen, pendekatan tersebut memberikan alternatif di tengah semakin beragamnya pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Penggunaan teknologi elektrifikasi juga memungkinkan produsen menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran konvensional.

Jetour tidak hanya memamerkan teknologi tersebut melalui materi informasi di booth. Konsumen juga mendapatkan kesempatan untuk melihat serta mencoba kendaraan secara langsung melalui program test drive.

Pendekatan tersebut penting karena keputusan membeli mobil tidak hanya bergantung pada tampilan eksterior. Konsumen dapat mempertimbangkan kenyamanan kabin, karakter berkendara, fitur, teknologi, serta kesesuaian kendaraan dengan kebutuhan sehari-hari.

Karakter Adventure Jadi Daya Tarik Produk Jetour

Jetour memosisikan T2 i-DM dan T1 i-DM sebagai SUV yang membawa karakter adventure. Pendekatan desain dan konsep tersebut menyasar konsumen yang menginginkan kendaraan dengan tampilan tangguh sekaligus dapat digunakan untuk mobilitas harian.

Karakter adventure juga menjadi bagian dari strategi Jetour dalam membangun identitas merek di pasar Indonesia. Perusahaan tidak hanya menonjolkan aspek elektrifikasi, tetapi juga menggabungkannya dengan konsep kendaraan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan perjalanan.

T2 i-DM dan T1 i-DM kemudian menjadi dua model yang merepresentasikan pendekatan tersebut. Keduanya mendapatkan perhatian konsumen selama GIIAS dan menjadi penyumbang utama pencapaian SPK Jetour.

Meski demikian, jumlah SPK di pameran belum dapat disamakan dengan angka penjualan kendaraan yang sudah seluruhnya terealisasi. SPK merupakan pemesanan awal dan proses selanjutnya tetap bergantung pada administrasi, pembiayaan, ketersediaan unit, serta pengiriman kendaraan kepada konsumen.

Jetour Manfaatkan GIIAS untuk Mengenalkan Produk Secara Langsung

Selain mengejar transaksi, Jetour menggunakan GIIAS 2026 sebagai sarana membangun interaksi langsung dengan konsumen. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai produk sekaligus mengenal teknologi yang ditawarkan.

Program test drive menjadi salah satu aktivitas yang memungkinkan calon konsumen merasakan karakter kendaraan secara langsung. Pengalaman tersebut dapat membantu calon pembeli membandingkan produk sebelum mengambil keputusan.

Jetour juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif di area booth. Perusahaan menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai kendaraan kepada pengunjung.

Interaksi selama pameran juga memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengumpulkan masukan. Informasi mengenai kebutuhan dan ekspektasi konsumen dapat menjadi bahan evaluasi bagi Jetour dalam mengembangkan strategi produk dan layanan di pasar Indonesia.

GIIAS 2026 Jadi Panggung Penting Industri Otomotif

Capaian Jetour perlu dilihat dalam konteks skala GIIAS 2026. GAIKINDO menyebut gelaran tahun ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dengan lebih dari 65 merek peserta yang mencakup kendaraan penumpang, kendaraan komersial, sepeda motor, karoseri, dan industri pendukung.

Pameran tersebut juga mengusung tema “Eye of the Future” yang menyoroti perkembangan teknologi kendaraan dan mobilitas masa depan. GAIKINDO mencatat lebih dari 60 merek otomotif global telah mengonfirmasi keikutsertaan sebelum pameran berlangsung.

Jetour termasuk dalam daftar merek kendaraan penumpang yang berpartisipasi. Kehadiran berbagai merek global membuat GIIAS menjadi ruang kompetisi yang penting bagi produsen untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan calon konsumen.

Dalam konteks tersebut, perolehan 1.038 SPK memberikan gambaran mengenai respons pasar terhadap produk Jetour selama periode pameran. Namun, angka tersebut tetap perlu dibaca bersama perkembangan penjualan setelah GIIAS selesai.

Capaian SPK Perkuat Posisi Jetour di Segmen SUV

Kontribusi 72 persen dari T2 i-DM dan T1 i-DM memperlihatkan bahwa produk SUV dengan teknologi elektrifikasi menjadi bagian penting dari portofolio Jetour. Hasil tersebut dapat menjadi modal bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan pasar setelah GIIAS 2026.

Langkah berikutnya akan bergantung pada kemampuan Jetour mempertahankan minat konsumen setelah pameran. Jaringan penjualan, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, dan pengalaman kepemilikan menjadi aspek yang tidak kalah penting.

Konsumen juga tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengonversi minat menjadi pembelian. Harga kendaraan, skema pembiayaan, konsumsi energi, kebutuhan penggunaan, fasilitas pengisian daya, serta layanan purnajual perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Jetour Perlu Menjaga Momentum Setelah GIIAS 2026

Perolehan 1.038 SPK memberikan momentum positif bagi Jetour setelah GIIAS 2026. Dominasi T2 i-DM dan T1 i-DM menunjukkan bahwa kendaraan dengan karakter adventure dan teknologi i-DM mendapat perhatian dari pengunjung pameran.

Namun, tantangan berikutnya adalah mempertahankan ketertarikan tersebut dalam jangka panjang. Konsistensi produk, kualitas layanan, serta perluasan pengalaman konsumen akan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap merek.

Jetour kini memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum GIIAS melalui aktivitas pemasaran, penguatan jaringan, dan layanan purnajual. Jika mampu menjaga pengalaman konsumen setelah pembelian, capaian selama pameran dapat menjadi pijakan untuk memperkuat posisi Jetour di pasar SUV Indonesia.

Baca Juga “Lima Komponen Ini Bisa Bikin Mobil Mogok Jika Jarang Diperhatikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *