Geely Kembangkan Baterai Solid-State 500 Wh/kg untuk Mobil Listrik
Geely tengah mengembangkan baterai solid-state generasi terbaru untuk kendaraan listrik (EV). Teknologi tersebut ditargetkan memiliki kepadatan energi hingga 500 Wh/kg dan mulai diterapkan pada kendaraan pada 2027.
Baca Juga “Mercedes-AMG GLA Electric 2027 Mulai Diuji, Tenaga 671 HP“
Angka tersebut menjadi perhatian karena kepadatan energi baterai berpengaruh terhadap kapasitas, bobot, serta potensi jarak tempuh kendaraan listrik. Semakin tinggi kepadatan energi, semakin banyak energi yang dapat disimpan dalam bobot baterai yang sama.
Geely juga menyiapkan fasilitas produksi baterai solid-state secara mandiri. Langkah tersebut menunjukkan upaya perusahaan memperkuat pengembangan teknologi baterai sebagai bagian dari strategi kendaraan listriknya.
Geely Targetkan Kepadatan Energi Baterai hingga 500 Wh/kg
Geely menargetkan baterai solid-state barunya mencapai kepadatan energi 500 Wh/kg pada tingkat sel. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari kepadatan energi baterai lithium-ion berperforma tinggi yang saat ini digunakan pada sejumlah kendaraan listrik.
Sebagai pembanding, baterai berbasis nikel, mangan, dan kobalt atau NMC umumnya memiliki kepadatan energi sekitar 250 hingga 300 Wh/kg pada tingkat sel.
Nilai tersebut dapat menjadi lebih rendah ketika sejumlah sel dirangkai menjadi satu paket baterai. Karena itu, perbandingan antara kepadatan energi pada tingkat sel dan tingkat paket perlu diperhatikan ketika menilai kemampuan sebuah baterai.
Geely sebelumnya juga mengembangkan baterai LFP Golden Brick. Pada tingkat paket, baterai tersebut memiliki kepadatan energi sekitar 128 Wh/kg dan dirancang untuk mendukung kemampuan pengisian daya berkecepatan tinggi.
Kepadatan Energi Tinggi Berpotensi Menambah Jarak Tempuh EV
Peningkatan kepadatan energi dapat memberikan beberapa keuntungan bagi kendaraan listrik. Produsen dapat mempertahankan kapasitas baterai dengan bobot yang lebih rendah atau meningkatkan kapasitas tanpa memperbesar ukuran paket secara signifikan.
Dalam skenario tertentu, teknologi tersebut dapat membantu kendaraan listrik mencapai jarak tempuh lebih jauh dalam sekali pengisian. Geely bahkan menyebut teknologi baterai barunya berpotensi mendukung jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer.
Namun, angka tersebut masih merupakan potensi teknologi dan bukan jaminan jarak tempuh untuk setiap kendaraan. Jarak aktual dipengaruhi kapasitas baterai, bobot kendaraan, desain aerodinamika, kecepatan, suhu, serta kondisi jalan.
Karena itu, kemampuan baterai tidak dapat dinilai hanya berdasarkan angka Wh/kg. Integrasi baterai dengan sistem penggerak dan manajemen energi kendaraan juga menentukan efisiensi akhir.
Geely Klaim Umur Pakai Baterai Mencapai 1 Juta Kilometer
Selain mengejar kepadatan energi tinggi, Geely menyebut baterai solid-state tersebut memiliki potensi umur pakai hingga 1 juta kilometer.
Jika dapat dibuktikan dalam penggunaan nyata, umur pakai tersebut akan menjadi salah satu keunggulan penting. Daya tahan baterai menjadi perhatian konsumen karena komponen tersebut merupakan salah satu bagian paling mahal dalam kendaraan listrik.
Meski demikian, klaim umur pakai tetap membutuhkan pembuktian melalui pengujian jangka panjang. Kondisi penggunaan kendaraan, pola pengisian, suhu lingkungan, dan siklus baterai dapat memengaruhi tingkat degradasi.
Pengujian di berbagai kondisi akan menjadi tahap penting sebelum teknologi tersebut diterapkan secara luas pada kendaraan konsumen.
Geely Siapkan Produksi Baterai Solid-State Secara Mandiri
Geely juga sedang membangun fasilitas produksi baterai solid-state pertamanya secara mandiri. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan teknologi baterai dari tahap riset hingga produksi.
Penguasaan teknologi dan proses manufaktur dapat membantu produsen mengendalikan kualitas sekaligus mempercepat pengembangan baterai generasi berikutnya.
Namun, membangun kemampuan produksi baterai solid-state dalam skala besar bukan perkara sederhana. Teknologi ini membutuhkan proses manufaktur yang stabil, material yang konsisten, serta pengendalian kualitas yang ketat.
Geely perlu memastikan performa baterai tetap konsisten ketika produksi beralih dari skala pengembangan menuju skala komersial.
Stabilitas Suhu Masih Menjadi Tantangan Teknologi Solid-State
Baterai solid-state memiliki potensi meningkatkan performa kendaraan listrik, tetapi teknologi tersebut masih menghadapi tantangan teknis. Salah satu persoalan yang perlu ditangani adalah menjaga kestabilan sel dalam berbagai kondisi suhu.
Geely menyebut material perekat pada paket baterai yang dikembangkan bersama Dow Chemical dapat membantu menjaga kestabilan sel. Material tersebut diklaim mampu bekerja pada rentang suhu minus 40 hingga 120 derajat Celsius.
Rentang tersebut menunjukkan perhatian Geely terhadap kebutuhan baterai untuk bekerja dalam kondisi lingkungan yang beragam. Namun, performa sebenarnya tetap perlu diverifikasi melalui pengujian pada kendaraan dan kondisi penggunaan nyata.
Selain suhu, produsen juga perlu memperhatikan aspek keamanan, daya tahan, biaya produksi, kecepatan pengisian, serta kemampuan manufaktur sebelum baterai solid-state dapat digunakan secara massal.
Program Percontohan Ditargetkan Berjalan pada 2027
Geely berencana memulai program percontohan baterai solid-state tersebut pada 2027. Tahap ini akan menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk mengevaluasi performa teknologi sebelum memasuki produksi dalam skala lebih besar.
Pengujian pada kendaraan akan memberikan data mengenai konsumsi energi, daya tahan, pengisian, pengelolaan suhu, dan perilaku baterai dalam penggunaan sehari-hari.
Hasil pengujian juga akan menentukan seberapa cepat teknologi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk komersial. Jika masih ditemukan kendala, Geely kemungkinan perlu melakukan penyempurnaan sebelum memperluas produksinya.
Karena itu, target penggunaan pada 2027 perlu dipahami sebagai bagian dari roadmap pengembangan. Waktu penerapan secara luas tetap bergantung pada hasil pengujian dan kesiapan manufaktur.
Baterai Solid-State Jadi Arah Pengembangan EV Generasi Berikutnya
Pengembangan baterai solid-state menjadi salah satu fokus industri kendaraan listrik karena teknologi tersebut menawarkan peluang meningkatkan kepadatan energi sekaligus efisiensi penggunaan ruang.
Target 500 Wh/kg dari Geely menunjukkan ambisi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan baterai dibandingkan teknologi lithium-ion yang digunakan saat ini.
Jika target tersebut berhasil dicapai dalam produksi komersial, kendaraan listrik berpotensi memiliki kapasitas lebih besar tanpa harus membawa paket baterai yang jauh lebih berat.
Namun, keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh pencapaian angka kepadatan energi. Keandalan, keamanan, biaya produksi, umur pakai, dan kemampuan produksi massal akan menjadi faktor penting.
Program percontohan Geely pada 2027 akan menjadi tahap yang patut diperhatikan. Hasilnya dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesiapan baterai solid-state untuk memasuki pasar kendaraan listrik secara lebih luas.
Baca Juga “Throttle LAnd 2026 hadirkan festival komunitas motor lintas aliran“