Citroen eC3X Hadir dengan Skema Baterai Sewa, Mobil Listrik Eropa Ini Dibanderol Mulai Rp 130 Jutaan
Pasar kendaraan listrik global terus mengalami perkembangan dengan hadirnya berbagai model baru yang menawarkan teknologi lebih canggih dan harga yang semakin kompetitif. Salah satu inovasi terbaru datang dari Citroen yang resmi memperkenalkan eC3X di pasar India dengan konsep Battery-as-a-Service (BaaS) atau skema penyewaan baterai.
Strategi tersebut membuat Citroen eC3X menjadi salah satu mobil listrik merek Eropa dengan harga paling terjangkau di kelasnya. Dengan memisahkan kepemilikan baterai dari harga kendaraan, konsumen bisa membeli unit mobil dengan biaya awal yang jauh lebih rendah dibandingkan membeli mobil lengkap beserta baterainya.
Berdasarkan laporan dari media otomotif Gaadiwaadi, Citroen eC3X dengan program BaaS ditawarkan dengan harga mulai 689 ribu rupee atau setara sekitar Rp130,9 juta. Harga tersebut menjadikan kendaraan listrik bergaya crossover ini memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke mobil listrik.
Sementara itu, pembeli yang ingin memiliki Citroen eC3X sekaligus baterainya harus mengeluarkan dana sekitar 1,025 juta rupee atau kurang lebih Rp194,8 juta. Selisih harga tersebut menunjukkan bahwa komponen baterai masih menjadi bagian dengan biaya terbesar dalam sebuah kendaraan listrik.
baca juga”Yamaha Classy Modifest Bandung Tampilkan Modifikasi Kreatif“
Strategi Battery-as-a-Service Jadi Cara Citroen Menekan Harga Mobil Listrik
Skema Battery-as-a-Service atau BaaS menjadi pendekatan yang mulai digunakan sejumlah produsen otomotif untuk memperluas akses terhadap kendaraan listrik. Dalam sistem ini, konsumen membeli kendaraan dengan harga lebih murah, tetapi membayar biaya penggunaan baterai sesuai pemakaian.
Pada Citroen eC3X, pelanggan yang menggunakan skema sewa baterai dikenakan biaya sekitar 2,26 rupee per kilometer atau setara Rp429 per kilometer. Sistem tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna karena mereka tidak perlu mengeluarkan dana besar di awal untuk membeli baterai.
Strategi ini juga dapat membantu mengurangi kekhawatiran konsumen terkait biaya penggantian baterai di masa depan. Dengan model penyewaan, tanggung jawab terhadap pengelolaan dan layanan baterai dapat dilakukan melalui program yang telah disiapkan oleh penyedia layanan.
Citroen berharap strategi BaaS dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap mobil listrik, terutama bagi konsumen yang masih mempertimbangkan tingginya harga pembelian kendaraan listrik dibandingkan mobil konvensional.
Desain Citroen eC3X Tampilkan Karakter Crossover Modern Bergaya Eropa
Dari sisi tampilan, Citroen eC3X hadir dengan desain crossover yang menggabungkan karakter SUV dan kenyamanan mobil perkotaan. Mobil ini mendapatkan sejumlah pembaruan yang membuat tampilannya lebih modern dan mengikuti tren kendaraan listrik masa kini.
Bagian depan kendaraan menggunakan lampu LED projector yang memberikan pencahayaan lebih optimal saat berkendara malam hari. Citroen juga menambahkan LED daytime running light (DRL) dengan desain terpisah yang memperkuat identitas visual mobil ini.
Untuk memberikan kesan lebih tangguh, eC3X dibekali velg alloy diamond-cut berukuran 15 inci. Selain itu, terdapat aksen skid plate pada bagian bawah bodi yang mempertegas gaya kendaraan crossover.
Perpaduan desain khas Eropa dengan elemen SUV membuat Citroen eC3X tidak hanya tampil menarik, tetapi juga mampu memberikan kesan kendaraan modern yang sesuai untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Kabin Citroen eC3X Dilengkapi Fitur Digital dan Konektivitas Modern
Masuk ke dalam kabin, Citroen menghadirkan berbagai teknologi yang berfokus pada kenyamanan pengemudi dan penumpang. Tata letak interior dirancang sederhana tetapi tetap modern dengan kehadiran berbagai fitur digital.
Salah satu fitur utama adalah layar sentuh infotainment berukuran 10,25 inci yang telah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto tanpa kabel. Fitur ini memungkinkan pengguna menghubungkan ponsel pintar dengan sistem kendaraan secara lebih praktis.
Panel Instrumen Digital dan Teknologi Connected Car
Citroen eC3X juga dibekali layar instrumen TFT digital yang menampilkan berbagai informasi penting kendaraan, mulai dari kecepatan, kapasitas baterai, hingga informasi perjalanan.
Mobil listrik ini turut memiliki teknologi connected car yang memungkinkan pemilik mengakses beberapa fungsi kendaraan melalui aplikasi di ponsel. Teknologi tersebut menjadi salah satu fitur yang semakin dibutuhkan pada kendaraan modern.
Fitur Keselamatan Dirancang untuk Memberikan Perlindungan Maksimal
Dalam aspek keselamatan, Citroen melengkapi eC3X dengan berbagai fitur penting. Mobil ini sudah memiliki enam airbag yang berfungsi melindungi pengemudi dan seluruh penumpang ketika terjadi benturan.
Selain itu, tersedia sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) yang dikombinasikan dengan electronic brake-force distribution (EBD) untuk membantu menjaga kestabilan pengereman.
Fitur keselamatan lainnya meliputi sensor parkir belakang dan pengingat penggunaan sabuk pengaman. Kombinasi fitur tersebut memberikan perlindungan dan kenyamanan lebih selama perjalanan.
Baterai 29,2 kWh dan Jarak Tempuh 320 Km Jadi Nilai Jual Citroen eC3X
Untuk sektor tenaga, Citroen eC3X menggunakan baterai berkapasitas 29,2 kWh. Paket baterai tersebut diklaim mampu membawa kendaraan melaju hingga 320 kilometer dalam kondisi pengisian daya penuh.
Jarak tempuh tersebut membuat Citroen eC3X cukup ideal untuk penggunaan harian seperti perjalanan dalam kota, aktivitas bekerja, hingga perjalanan antarwilayah dengan jarak menengah.
Citroen juga menyematkan kemampuan pengisian cepat DC yang memungkinkan proses pengisian energi berlangsung lebih efisien. Fitur ini menjadi nilai tambah karena pengguna dapat menghemat waktu saat melakukan pengisian daya di stasiun pengisian kendaraan listrik.
Citroen eC3X Berpotensi Membuka Akses Mobil Listrik yang Lebih Terjangkau
Kehadiran Citroen eC3X menunjukkan perubahan strategi industri otomotif dalam menghadirkan kendaraan listrik yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Harga awal sekitar Rp130 jutaan melalui skema sewa baterai menjadi salah satu daya tarik utama yang sulit ditemukan pada mobil listrik merek Eropa lainnya.
Meski skema BaaS membuat pengguna harus membayar biaya penggunaan baterai berdasarkan jarak tempuh, sistem ini memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi konsumen dengan dana pembelian terbatas.
Dengan desain crossover modern, fitur digital yang lengkap, teknologi keselamatan yang mumpuni, serta kemampuan menempuh jarak hingga 320 kilometer, Citroen eC3X hadir sebagai alternatif menarik di segmen mobil listrik terjangkau.
Ke depan, strategi seperti Battery-as-a-Service berpotensi menjadi salah satu solusi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di berbagai negara. Semakin banyak pilihan harga dan skema kepemilikan yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat untuk beralih menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
baca juga”Leapmotor B10 Punya Banyak Kelebihan, tapi Ada Catatannya“