Biaya Ganti Blade Battery BYD Generasi Terbaru

Biaya Penggantian Blade Battery BYD Generasi Baru Mulai Terungkap
Harga Baterai Denza Z9 GT Disebut Lebih Murah Dibanding Banyak Mobil Listrik Premium

Kekhawatiran terhadap mahalnya biaya penggantian baterai masih menjadi salah satu pertimbangan utama calon pengguna mobil listrik. Namun, pengalaman terbaru pemilik mobil premium Denza menunjukkan biaya penggantian baterai kendaraan listrik kini mulai lebih terjangkau dibanding perkiraan banyak orang.

Dilansir dari CarNewsChina, seorang pemilik Denza Z9 GT membagikan pengalamannya setelah mobil mengalami kerusakan pada bagian bawah kendaraan atau undercarriage. Benturan tersebut berdampak langsung pada baterai Blade Battery 2.0 berbasis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang digunakan mobil tersebut.

Pemilik kendaraan kemudian menerima estimasi biaya penggantian baterai berkapasitas 122,5 kWh sebesar 78.700 yuan atau sekitar Rp176 juta dengan kurs 1 yuan setara Rp2.239. Angka tersebut hanya mencakup harga unit baterai dari diler resmi dan belum termasuk biaya pemasangan maupun komponen tambahan lainnya.

Baca Juga “Mobil di Atas 1.400 cc Dilarang Isi Pertalite per 1 Juni, Ini Faktanya

Nilai tersebut cukup mengejutkan karena tergolong rendah untuk ukuran baterai mobil listrik premium berkapasitas besar. Selama ini, biaya penggantian baterai EV sering dianggap sangat mahal dan menjadi salah satu hambatan utama adopsi kendaraan listrik.

BYD sendiri dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di dunia yang memiliki kemampuan produksi baterai dalam skala besar. Keunggulan tersebut memungkinkan perusahaan menekan biaya produksi sekaligus memperluas penggunaan baterai untuk lini kendaraan internal mereka.

Denza Z9 GT merupakan mobil listrik bergaya grand tourer premium yang baru mendapatkan penyegaran di pasar China. Mobil ini tersedia dalam pilihan varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan electric vehicle (EV) murni.

Di pasar domestik China, Denza Z9 GT dijual dengan harga mulai 269.800 yuan hingga 369.800 yuan atau setara sekitar Rp604 juta sampai Rp827 juta. Dengan harga baterai sekitar Rp176 juta, nilai komponen baterai hanya menyumbang sekitar 21 persen dari total harga kendaraan.

Persentase tersebut dinilai cukup rendah dibanding banyak mobil listrik premium lain yang harga baterainya bisa mencapai lebih dari sepertiga nilai kendaraan. Biaya per kWh dari Blade Battery 2.0 Denza Z9 GT juga tercatat sekitar 642 yuan atau sekitar Rp1,4 juta per kWh.

Selain harga baterai yang relatif kompetitif, Denza Z9 GT juga menawarkan spesifikasi premium. Varian tertinggi mobil ini diklaim memiliki jarak tempuh hingga 1.036 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Mobil tersebut juga mendukung teknologi pengisian cepat BYD Flash Charging yang mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit. Teknologi ini menjadi salah satu fokus pengembangan BYD untuk meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik.

Blade Battery 2.0 sendiri merupakan pengembangan terbaru dari teknologi baterai LFP milik BYD. Dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, teknologi Blade Battery dirancang memiliki tingkat keamanan lebih tinggi dan efisiensi ruang yang lebih baik.

BYD mengklaim struktur baterai berbentuk blade atau bilah mampu meningkatkan stabilitas termal dan mengurangi risiko overheating. Teknologi ini juga dinilai lebih tahan terhadap benturan dibanding beberapa desain baterai EV lainnya.

Keunggulan lain baterai LFP adalah biaya produksi yang relatif lebih rendah dibanding baterai berbasis nikel. Faktor tersebut membuat banyak produsen kendaraan listrik mulai beralih menggunakan teknologi LFP untuk menekan harga kendaraan.

Menurut data China EV Datatracker, BYD saat ini berada di posisi kedua dunia dalam instalasi baterai kendaraan listrik setelah CATL. Kapasitas produksi besar tersebut memberi BYD keunggulan dalam rantai pasok dan efisiensi biaya.

Meski demikian, biaya penggantian baterai tetap bervariasi tergantung model kendaraan dan kapasitas baterai yang digunakan. Pengalaman berbeda dibagikan pemilik Denza N7 yang mengganti baterai kendaraan berkapasitas 91 kWh.

Berdasarkan nota resmi dari diler, biaya penggantian baterai Denza N7 mencapai 84.290 yuan atau sekitar Rp188 juta. Angka tersebut justru lebih mahal dibanding baterai Denza Z9 GT meski kapasitasnya lebih kecil.

Beruntung, penggantian baterai Denza N7 tersebut masih ditanggung oleh garansi pabrikan sehingga pemilik kendaraan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Denza N7 sendiri dipasarkan dengan harga mulai 259.800 yuan hingga 289.800 yuan atau sekitar Rp581 juta sampai Rp648 juta.

Jika dibandingkan dengan harga mobilnya, biaya baterai Denza N7 mencapai sekitar 29 persen dari total nilai kendaraan. Persentase tersebut lebih tinggi dibanding Denza Z9 GT yang hanya sekitar 21 persen.

Perkembangan harga baterai kendaraan listrik kini menjadi perhatian penting di industri otomotif global. Penurunan biaya produksi baterai diperkirakan akan semakin mempercepat adopsi mobil listrik di berbagai negara.

Selain harga kendaraan, konsumen kini juga mulai mempertimbangkan biaya kepemilikan jangka panjang, termasuk biaya penggantian baterai setelah masa penggunaan tertentu. Karena itu, produsen berlomba menghadirkan baterai yang lebih tahan lama, aman, dan murah.

BYD menjadi salah satu perusahaan yang agresif mengembangkan teknologi baterai internal sebagai strategi utama memperkuat posisi di pasar EV global. Langkah tersebut sekaligus membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal.

Ke depan, perkembangan teknologi baterai diperkirakan akan terus menekan harga kendaraan listrik secara keseluruhan. Jika tren penurunan biaya baterai terus berlanjut, mobil listrik diprediksi akan semakin kompetitif dibanding kendaraan bermesin konvensional dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga “Pertamina Patra Niaga Ajak Komunitas Otomotif Bijak Berenergi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *