AHM Incar Produksi 100 Juta Unit di Usia 55 Tahun, Perkuat Dominasi Pasar Motor Nasional
Penjualan Tembus 5 Juta Unit dan Ekspor 2,5 Juta Jadi Fondasi Rekor Baru
PT Astra Honda Motor (AHM) membidik tonggak sejarah baru pada 2026 dengan menargetkan total produksi kumulatif 100 juta unit sepeda motor di Indonesia. Target ini bertepatan dengan 55 tahun kehadiran Honda di Tanah Air sejak memulai kiprah pada 1971. Perusahaan menilai capaian tersebut realistis, seiring kinerja penjualan domestik dan ekspor yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir.
Executive Vice President AHM, Thomas Wijaya, menyampaikan bahwa target 100 juta unit bukan sekadar simbol usia perusahaan. Ia menegaskan angka tersebut mencerminkan konsistensi investasi, inovasi produk, serta kepercayaan konsumen Indonesia terhadap merek Honda selama lebih dari lima dekade.
Sepanjang 2025, pasar sepeda motor nasional mencatat total penjualan 6.412.769 unit berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Dari angka tersebut, Honda berkontribusi hampir 5 juta unit. Pencapaian ini mempertegas posisi AHM sebagai pemimpin pasar roda dua di Indonesia.
Dominasi tersebut tidak lepas dari strategi produk yang menyasar berbagai segmen. Honda bermain di kelas skuter matik, bebek, hingga sport. Skutik masih menjadi tulang punggung penjualan karena sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan dan suburban.
Thomas menjelaskan bahwa dalam 15 tahun terakhir AHM telah menginvestasikan dana hingga puluhan triliun rupiah. Investasi itu difokuskan pada pengembangan model baru, peningkatan kapasitas pabrik, modernisasi lini produksi, serta penguatan riset dan pengembangan.
Selain memperkuat fasilitas produksi, AHM juga membangun ekosistem industri yang luas. Perusahaan menggandeng lebih dari 220 pemasok tier 1. Untuk tier 2 dan tier 3, jumlahnya mencapai sekitar seribu perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Rantai pasok tersebut menciptakan efek berganda terhadap perekonomian nasional. Industri sepeda motor menyerap ratusan ribu tenaga kerja secara langsung di sektor manufaktur. Di luar itu, jutaan orang terlibat dalam jaringan diler, pembiayaan, distribusi, hingga layanan purna jual.
AHM juga mengoperasikan jaringan diler dan bengkel resmi yang tersebar luas. Keberadaan jaringan ini memperkuat layanan konsumen sekaligus mendukung stabilitas penjualan. Model bisnis terintegrasi menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan menjaga pangsa pasar.
Tidak hanya fokus pada pasar domestik, AHM aktif memperluas ekspor. Sepanjang 2025, perusahaan mengirimkan sekitar 223 ribu unit dalam bentuk utuh atau CBU. Selain itu, hampir 1 juta unit dikapalkan dalam bentuk CKD untuk dirakit di negara tujuan.
Dalam lima hingga delapan tahun terakhir, total ekspor AHM mendekati 2,5 juta unit. Angka tersebut menunjukkan produk sepeda motor buatan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Negara tujuan ekspor mencakup kawasan Asia, Amerika Latin, hingga beberapa wilayah lainnya.
baca juga”Waspada! Puasa Ramadan Picu Penurunan Konsentrasi, Pengendara Motor“
Thomas menegaskan bahwa peningkatan ekspor menjadi bukti pengakuan global terhadap kualitas produksi dalam negeri. Ia juga menyebut tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN produk Honda rata-rata telah mencapai 45 hingga 50 persen. Angka ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penguatan industri lokal.
Target produksi 100 juta unit pada 2026 disebut sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen. AHM ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan perkembangan ekonomi Indonesia. Perjalanan panjang ini juga menjadi bagian dari kontribusi sektor otomotif terhadap industri manufaktur nasional.
Untuk proyeksi 2026, AHM tetap optimistis. Pada Januari 2026, pasar sepeda motor nasional tumbuh sekitar 3 persen menjadi 577 ribu unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan Honda juga meningkat dengan persentase serupa.
Pertumbuhan awal tahun tersebut dinilai sebagai indikator perbaikan daya beli masyarakat. Meski tantangan global seperti fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas masih membayangi, permintaan sepeda motor di Indonesia relatif stabil. Kendaraan roda dua tetap menjadi moda transportasi utama bagi jutaan masyarakat.
Secara struktural, Indonesia merupakan salah satu pasar sepeda motor terbesar di dunia. Tingkat kepemilikan yang tinggi, kondisi geografis, serta kebutuhan mobilitas harian menjadi faktor pendorong permintaan. Situasi ini memberi ruang bagi AHM untuk terus memperluas inovasi dan efisiensi produksi.
Ke depan, perusahaan berkomitmen menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan dan efisien bahan bakar. Transformasi teknologi, termasuk pengembangan motor listrik, menjadi bagian dari agenda jangka panjang industri otomotif. Langkah tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong elektrifikasi kendaraan.
Dengan fondasi pasar yang kuat, jaringan industri yang luas, dan performa ekspor yang konsisten, AHM menatap optimistis pencapaian 100 juta unit produksi. Tonggak ini berpotensi menjadi catatan penting dalam sejarah industri sepeda motor Indonesia sekaligus menegaskan daya saing manufaktur nasional di tingkat global.